Haji di depan pintu May 31, 2008
Posted by demasproduction in Uncategorized.trackback
Abdullah bin Mubarak adalah seorang sufi terkenal yang hidup di Syam (Damaskus) pada masa kekuasaan Bani Ummayyah. Suatu hari, sperti dikisahkan dalam kitab Irsyadul ‘Ibad, ia berangkat ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji.
Selesai melaksanakan wuquf dan rangkaian haji lainya, Abdullan bin Mubaak merasa lkelah. Fisiknya lemah dan akhirnya iapun tertidur di lantai Masjidil Haram yang sejuk. Dalam tidurnya yang pulas itu, snag sufi bermimpi didatangani dua malaikat. Kedua malaikat itu, ia lihat turun dari langit hanya khusus untuk menemuinya.
Dalam mimpinya itu, sang sufi mendengar dengan jelas dialog antara dua malikat itu. “berapa jumlah kaum muslim yang menunaikan haji tahun ini” Tanya salah satu dari malaikat.
“jumlahnya 600 ribu orang” jawabn lainnya.“Lalu berapa orang yang hajinya ditertima Allah SWT ?”
“Tak satupun yang hajinya diterima Allah, tetapi ada seseorang lelaki tukang sol sepatu bernama Muwaffaq dari Damaskus yang hajinya diterima Allah SWT. Bahkan berkat hajinya Muwaffaq itulah yang menyebabkan hajinya kaum muslim dapat diterima Allah,” jawab yang ditanya.
“Rupanya hajinya Muwaffaq banyak mengandung berkah hingga menyebar kepada orang lain” sahut temannya.
Setelah terbangun, Abdullah bin Mubarak lalu mencari orang yang bernama Muwaffaq untuk mencari makanan yang membuat istrinya kepincut. Adan Alhambulillah, apa yang dicari tak sulit ditemui.
Tak jauh dari rumahnya, ada asap yang mengepul dari dapur sebuah rumah. Dengan segera Muwaffaq masuk kerumah itu, setelah mengucap salam.
Tapi apa yang didapatkan ? Seorang perempuan tua dengan menanngung beberapa nak yatim sedang memasak daging keledai. Perempuan itu mengatakan, Makanan halal bagi anak-anak asuhnya. “ Daging keledai ini saya masak setelah menjadi bangkai,” ujar wanita itu membari alasan. “ Kami terpaksa memakan bangkai ini karena sudah beberapa hari tak ada yang dimakan”
Demi mendengar jawaban itu, Muwaffaqpun segera pulang menemui istrinya. Belum lagi ia menginjakkan kakinya didadal rumah istrinya telah menyongongnya. ‘saya tak lagi nafsu makan makanan yang sedang abang cari” smabutnya.
Muwafafaqpun ikut bergembira. Ia lalu menceritakan kejadian yang baru dilihatnya dirumah perempuan ta tadi, akhirnya keduanya sepakat menyerahkan tabungannya yang berjumlah 300 dirham yang semula akan diperuntukan biaya naik haji. Uang yang ia serahkan kepada peempuan tua yang menanggung beberapa anak yatim itu piatu out .” Aku telah menunaikan ibadah haji didepan rumahku” ucap muwaffaq kemudia sambil menengadahkan kedua tangannya kelangit. (Muhammad Ichsan)
