jump to navigation

Kiriman tak terduga May 31, 2008

Posted by demasproduction in Uncategorized.
trackback

Selama ini, aku berprinsip, jika aku dalam kelapangan kondisi keuangan, lebih baik uang itu aku tabung atau aku pinjamkan saja kepada orang yang membutuhkan. Menurutku itu adalah tabungan energi positif yang dapat aku berikan. Pertama mudah-mudahan Allah memberikan aku pahala atas perbuatan itu dan yang pasti saya bahagia telah membuat orang yang menerima bantuan dapat tersenyum bahagia. Saya seperti dirasakan manfaat kehadirannya. Tapi ada daya bila suatu saat aku butuh uang, tapi tak satupun orang yang mengembalikan pinjaman sesuai dengan yang dijanjikan ? akhirnya aku begitu panik dan tak berdaya. Aku hanya bisa berserah diri kepada-Nya. Allahu Akbar.

Sore itu menjelang aku pulang dari kantor, aku dikagetkan istriku yang mengabarkan kalau ibu mertuaku sakit, aku harus segera kerumah sakit disekitar permata hijau. Akupun segera memaju kendaraanku ke rumah sakit tersebut. Setiba dirumah sakit aku lihat bapak mertuaku bolak-balik diruang ICU, sementara istriku menunggu di ruang operasi.

“mas kita harus siapkan uang… “ kata istriku perlahan.
“iyalah nanti…. biar aku cari” kataku lagi, yang penting ibu biar sehat dulu.

Malam itu, aku shalat tahajud mengadukan kepada Allah. “ Ya Allah, pemilik alam semsta ini, Engkau pemilik langit dan bumi, mudah bagimu memberikan harta dan mudah pula bagimu untuk memberikan keselamatan bagi setap orang yang Engaku mau, ampunilah aku Ya Rabb atas segela kesalahanku, Berilah kesembuhan bagi ibuku atau berilah harta yang engkau miliki agar aku bisa membayar rumah sakit ini, Ya Allah kabulkanlah permohonanku” pintaku meratap.

Pagi itu, aku tak tahu harus gimana, yang jelas aku akan kentantir dulu, minimal akan pinjam dari kantor, Namun tiba-tiba handphone ku berdering, ada SMS yang masuk dari temanku “ Boss aku mau transfer nih, aku baru aja dapat order besar nih, nomoer rekeningnya belum ganti khan, makasih ya” begitu pessan singkat yang masuk. Ringkas namun snagat membahagiakan aku. Allahu Akbar. Benar saja, begitu aku cek di ATM, ada sejumlah uang uang semalam diminta oleh istriku. Allah membuktikan janjinya. Dia telah memberikan aku janji atas tabungan energi positif yang selama ini lakukan. Aku semakin yakin.