jump to navigation

M a k a n May 31, 2008

Posted by demasproduction in Uncategorized.
trackback

Sore itu, baru saja aku meninjau persiapan teman-teman untuk acara berbuka puasa ramadhan esok hari di Mall Pondok Indah. Aku sendiri segera kembali ke kantor untuk mengambil beberapa cacatan pekerjaan yang harus aku selesaikan. Puasa Ramadhan kali ini terasa betul berat cobaannya, Sinar matahari panas terik sekali menyinari bumi, Walau sebentar lagi magrib menjelang. Namun alhamdulilah aku masih bertahan untuk terus berpuasa, walau haus terasa menyengat.

Selama perjalanan menuju kantor, aku asyik mendengarkan ceramah yang dapat aku dengar dari radio mbilku. Dan ta terasa magrib hampir tiba, hinga aku memutuskan untuk mempir ke restorant cepat saji yang cukup dikenal di kawasan Ponodok Indah. Selepas memarkirkan kendaraan, aku duduk sendirian menunggu datangnya magrib, sementara itu aku asik mendengarkan ustadz yang ada di telebvisi bicara panjang lebar tentang hikmah puasa.

”Allahu akbar… Allahu Akbar….” suara azan terdengar dari audioland restorant tersebut. akupun menyantap makanan yang memang sudah dari tadi menantangku. Semua orang yang ada di dalam restoratnt itu ramai sekali, seskali mengambil makan dan minuman bergantian. riuh ramai sekali.

Semua berjalan cepat, aku lihat seseorang yang nampak terburu-buru keluar dari tampat duduknya padahal makanan itu belum seluruhnya habis, rupanya ia harus segera kembali ke mobilnya. Namun Masya Allah…….., tiba-tiba, ada dua anak kecil yang berlarian mendekati makanan itu dan mengambilnya dan langsung dikunyahnya. Makanan sisa tersebut. Dada ini bergetar kencang, aku teriingat ketika kemarin kami baru saja mengahadiri acara berbukapuasa bersama yan dialkukan oleh sebuah perusahaan. Makanan yang disajikan sngat belimpah, semua orang yang berpuasa ketika itu seprti lapar mata, selain lapar perutnya.

Aku lihat anak itu, menhgitung-hitunguang yang ia baru saja dapatkan dari menyemir sepatu, sambil menunjuk-nunjuk daftar harga yang tertera, sepertinya ia ingin menyataiakan bahwa kurang bila ingin paket A, aku mendengar kita beli sayapnya aja , murah, jangan dada, kurang. Bergegas aku menuju kasir memintakan 2 buah paket A, tampak sekali wajah pelayan restoratnt tersebut tersenyum, Bapak ingin memberikan buat anak itu ya, katanya sambil tersenyum, Tak usah pak, biar manajer perusahaan kami saja yang memberikan, kami sering pula memberikan ini gratis kok kepada meeka, . Tidak jawabku perlahan, saya juga ingin memmeproleh keberkahan pusasa ramadahn saya, ini jga kesempatan buat saya beramal, ini juga ujian buat saya, karena diantara puouhan orang yang sedang menikmati makanan itu, tak ada satupun yag tergerak membeikan makan berbuka buat mereka. Ini peluang saya untuk meraih kesempatan pahala.

Aku antarkan sendiri makanan itu, kedua anak itu sudah menunggu di luar, sambil sesekali matanya menatap ke dalam etalase restoratny, sambil berharap, kali-kali ada makanan tersisa, :\”ini untk ka,ian berbuka” kataku, Bapak, kami tak mau, ibu kami ajarkan tak boleh menerima pemberian dai orang lain, kami harus bekerja dahulu, ”tak apa apa, ambilah” kataku lagi, Tidak pak , kata mereka hamoir barsamaan, kalaulah boleh biar kami semierkan terlebih dahulu sepetu babak, baru kami ingin menerima pemberian dari Bapak” tak usah sepetau bapak masih bersih, kataku lagi, ambil saja saya ikhlas kok memeberi.